Selain Mushishi

Manga Mushishi memang telah tamat beberapa tahun lalu, tapi saya baru merasakan sedihnya berpisah dengan Ginko pada awal musim dingin 2014 lalu ketika core ke dua Mushishi Zoku Shou berakhir. Memang sih akan ada movie nya di musim panas tahun ini. Tapi ah… Itu terlalu lama. Apalagi A certain person yang sangat mirip Ginko itu sudah tidak disini lagi dan entah kapan akan bisa bertemu lagi..😦

ah abaikan saja kalimat terakhir dari paragraf di atas.

Penantian sampai musim panas memang masih cukup lama. Tapi kalau kamu merasa kangen dengan nuansa dalam kisah Mushishi tidak ada salahnya untuk mencoba karya lain dari Yuki Urushibara-sensei. Dua manga berikut ini adalah karya beliau selain Mushishi yang mungkin dapat mengobati kangen dan menemani penanantian akan versi DVD Rip Movie-nya yang entah kapan akan bisa kita nikmati.

1. Filament
Diterbitkan pada Tahun 2004 oleh Kodansha. Sebuah kompilasi cerita pendek yang terdiri dari beberapa judul. ‘She Got Off the
Bus At the Peninsula’ mengisahkan tentang seorang single mother yang dengan berat hati meneruskan usaha toko kelontong di sebuah lokasi wisata dengan pemandangan laut yang indah namun menyimpan cerita yang gelap. Cerita kedua adalah ‘Labyrinth Cat’, tentang seekor kucing misterius penghuni apartement kumuh yang kerap kali membantu mereka yang tersesat di dalamnya. Dan ‘Filament’ sebagai bagian cerita yang ke tiga.. Terus terang saya masih bingung maksud cerita-cerita disana itu apa, art nya juga terlihat sangat berbeda karena ini merupakan cerita lama yang beliau buat menggunakan nama pena Soyogo Shima.
Ah, mungkin jika ada diantara kalian yang sudah membacanya, bisa berkomentar tentang cerita terakhir itu. Hehe :3

2. Suiiki
Chinami, gadis kelas 3 SMA yang secara tiba-tiba mendapati dirinya berada di sebuah desa misterius yang diberkati dengan hujan dan air yang melimpah, padahal saat itu daerah tempat tinggalnya tengah berjuang mengatasi kekeringan akibat kemarau panjang. Namun, dalam beberapa kali kunjungan tiba-tiba itu, yang ditemukannya di desa itu hanyalah seorang pria tua dan bocah kecil. Anehnya hujan disana tak pernah berhenti.
Manga ini juga dikenal dengan judul Water, diserialisasikan pada rentang tahun 2009 dan 2010 di majalah manga Afternoon. Mungkin sejauh ini, Suiiki merupakan satu-satu manga dari Urushibara-Sensei yang tidak bersifat episodik. Kadang saya merasa kalau pace ceritanya agak lambat, tapi itu rasanya termaafkan karena lewat Suiiki ini saya bisa kembali melihat gambar pedesaan dan alam yang terasa seperti Mushishi. Uh seandainya ada penampilan cameo Ginko di sana!😄

Yah sayang sekali memang cuma itu saja karya Urushibara-sensei yang bisa kita nikmati sejauh ini. Entah kenapa, setiap ada misteri yang muncul di dalam cerita-cerita itu, di dalam kepala saya akan muncul sebuah hipotesa awal, “sore wa mushi da!”.
Ah ya, gara-gara semalam saya membuat draft postingan ini sebelum tidur, saya jadi memimpikan that certain person😄

Sekali lagi, abaikan saja kalimat terakhir dari paragraf di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s