Talking About Stalking

Gimana rasanya kalo ada orang yang tau semua tentang kamu dan hal apa aja yang kamu lakukan padahal kamu gak pernah ngasi tau dia? Terkejut? Kagum? Hum… pada awalnya mungkin iya, kamu mungkin punya pikiran kalau orang ini tau banget soal kamu. Tapi hey, gimana kalau dia tau kamu habis dari mana, udah ngapain, sama siapa aja, makan apa aja tadi dan beberapa detail lainnya yang tak begitu penting padahal selama kamu menghabiskan waktumu dia gak ikut dengan kamu atau terlihat keberadannya disekitarmu. It’s going to be awesome if that person is an Esper, but please… ini udah abad ke dua puluh satu! Yang kayak begituan Cuma ada di film, anime atau komik!
Then… He must be a stalker!!!!

Tapi.. jujur saja saya terkadang melakukan hal mengerikan ini. Haha… hayo… yang baca pasti secara sadar atau tidak pernah melakukan kegiatan stalking juga, minimal lewat jejaring sosial. Semakin tinggi teknologi maka kegiatan stalking ini akan semakin mudah😀
Tapi suer! Saya Cuma stalking lewat Facebook kok, kalo terjun langsung ke lapangan itu kayaknya terlalu extreme dah entar bisa dilaporin ke pihak yang berwajib lagi ckckc, lagian yang saya stalk juga biasanya cuma cowok tempat saya naksir, uhuk… uhuk! Ok, Once I was madly in love with him but now my heart has drfited into someone else that looked like my fave chara in certain seinen anime and sadly I can’t find anytrace of him in the sosmed. .. (eh.. what’s the point that I’m telling you this?)

Walaupun dari awal saya melabeli Stalking sebagai kegiatan yang mengerikan tapi saya rasa ada beberapa sisi positifnya kok, (haha.. jadi ambigu gini). Misalnya yang kamu stalk itu adalah saudara atau keluarga kamu supaya kamu bisa tahu pergaulan dia (awas dikira brocon atau siscon!) , atau kamu stalking dosen biar tau beliau masuk atau gak (kalau dosennya rajin update :p ) atau mugkin atasan kamu, mungkin biar tau orangnya gimana biar gampang ngeloby buat naik pangkat.. wahahaha… kedengarannya jadi negative aja nih motifnya. Jadi mungkin stalking itu emang gak ada bagus-bagusnya yak! Apa lagi kalo kita yang jadi objek stalking terus pelakunya itu seorang yandere macem Yuno Gasai atau Rena Ryuugu. Uh… Naudzubillah dah. Nanti ada yang dapat ending ‘Nice Boat’ (Jadi keingat School days kalau ngomongin Yandere).

Untuk menghindari diri kita jadi objek stalking itu ada gak sih caranya?

Uh.. tau dah. Setau saya, saya ini gak worth enough buat di stalk.. wehehe… (jadi ngerasa ngenes) kalau pun pernah di stalk itu yang stalking saya adalah seorang cewek, mantan pacar temen saya yang cemburu sama saya (dia sendiri yang ngaku dan minta maaf), tapi untungnya sekarang mereka udah balikan dan nikah (Nice ending for a Yandere stalker?). Atau mungkin ada diantara anda yang sampai ke blog tidak penting ini karena sedang stalking saya? Wahahaha… Ya siapa tau gitu.. Ah narsis dikit boleh lah.

Hal yang bisa kamu lakukan kalau mau menghindari stalker mungkin bisa dimulai dari sosmed kamu. Di sosmed kamu perlu lebih memperketat aturan privasi mu dan jangan terlalu mengumbar data pribadi kayak nomer telpon (yang pajang nope di sosmed ketauan gak lakunya :p ), alamat rumah atau mungkin sekolah (besar kemungkinan dia bakalan nunggu kamu muncul di gerbang sekolah terus ngekor mpe rumah).

Kalau menghindari godaan untuk stalking orang lain gimana yah?😄
haha.. apalagi kita sukaaaaaaaa banget sama orang itu. Ogh damn! Penyakit gila yang namanya cinta itu memang mengerikan….
Uh, Adakah yang bersedia ngasi saran?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s