Mulai Membuka Hati…?

Membuka hati? Okeh masih syukur daripada membuka baju! What the….
Tapi sejujurnya yang membuat saya mulai membuka hati lagi adalah karena sudah terlalu parahnya adegan buka-bukaan di anime ( Fanservice). Lupakan ungkapan bahwa anime itu adalah tontonan anak-anak. Bagaimana jika saya menyodorkan anime School Days pada anda? Oke itu masih level awal, lantas cobalah tengok Highschool DXD. Entahlah itu anime ceritanya tentang apa, saya aja gak dikasi nonton sama temen saya, dan pada saat saya bertanya itu tentang apa dia cuma berkata .. “kore wa abunai yo… Ren-chan!”. Ujarnya tersenyum manis sambil meng-close folder anime tersebut.
Yah akhir-akhir ini saya mulai membuka hati kepada anime-anime Shonen dengan tema yang agak mainstream. Tunggu itu bukan The Big Three, tapi serial shonen yang cukup populer dan aman di konsumsi dan pastinya bebas formalin dan borax serta pewarna buatan(emang makanan). Mungkin tidak banyak hehe.. hanya beberapa judul saja seperti The Law of Ueki, Flame of Recca dan emm.. apa yah? Setau saya itu saja yang paling safe.
Memang jaman sekarang susah mencari anime yang ‘aman’ untuk ditonton. Jika untuk pencinta anime yang lahir tahun 80 atau 90-an mungkin fenomena bertaburannya fanservices dan romance yang agak nyeleneh (incest, yaoi or yuri) masih bisa kami maklumi dan sikapi dengan bijak dengan akal yang lumayan sehat (lumayan?). Maksud saya dengan menggapnya hanya sebagai ‘selipan’ layaknya iklan baris di sebuah lembaran Koran dan ketika lembaran Koran tersebut di balaik anda tidak akan memikirkannya lagi. Yah, itu mungkin bagi saya, tapi entahlah bagi anda apakah itu sekedar iklan bris atau headline? ;p. terlebih lagi bagaimana dengan adik-adik di bawah umur yang memang pecinta anime? Haha.. mau bilang apalagi. Sudahlah itu bukan masalah saya, tapi masalah orang tua mereka. Deshou? XP
Waduh ini postingan kok jadi OOT yah, malah jadi ngebahas fanservices. Apakah penulis sendiri juga doyan fanservices? Haha.. saya ini manusia normal dan saya juga seorang perempuan (even my family sometimes treat me as a boy.. -.-*curcol*) selama itu hanya joke saya masih bisa terima tapi kalau sudah berlebihan dan melecehkan perempuan tentu saya tidak suka.
Okeh back to topic…
Hal kedua yang membuat saya mulai membuka hati adalah kejenuhan saya atas anime moeblob, cute girl doing cute things… -.-“ ewww,, really …genre ini seolah-olah dibangun hanya untuk memuaskan fetish para otaku saja dan saya tak bisa menemukan diri saya berlama-lama dengan anime ataupun manga tipe ini. Selain itu ada sebuah tema atau mungkin background story yang akhir-akhir ini hampir digunakan oleh anime kebanyakan terutama yang memakai system season dan diangkat dari Light Novel yang saya maksud itu adalah “klub sekolah yang terancam dibubarkan karena kekurangan anggota” ;p.

Yoshidahlah.. kayaknya postingan ini malah jadi ocehan saya saja… haha.. cukup disini sajalah, saya juga sangat lapar. Padahal tadi sudah makan sepiring nasi dan burger (naik kelas dikit dari cilok jadi burger wkwkwk). Buat yang udah baca makasi banget…maksi dah mau buang-buang waktunya sampai baris terakhir ini (adakah yang bener-benar membacanya?). ah.. terserahlah….. :DD

2 thoughts on “Mulai Membuka Hati…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s