IceS-CREAM

Aku memang bukan tuan puterinya kan? Yah aku tau, bahkan sejak aku mengenalmu. Tapi itulah bodohnya aku, tetap saja mengambil peran di cerita ini yang jelas-jelas bukan ceritaku. Lantas yang ku dapatkan adalah posisi karakter pendukung untuk menambah intrik dari plot cerita. Tapi yang paling menyedihkan aku adalah sejenis karakter pendukung yang harus di korbankan agar ceritanya berakhir bahagia. Agar kau bisa berakhir bahagia dengan sang tuan puteri, yah… Si Malaikat itu.
Aku sendiri tidak dapat akhir yang bahagia, akh… Malah tidak diijinkan tersenyum dengan wajahku yang terlalu biasa ini. Padahal… Padahal aku juga sebenarnya bisa melakukan perbuatan baik seperti malaikat, hanya saja aku tak punya sayap dan keajaiban seperti dia, aku tak lebih dari seorang manusia penuh cela. Juga aku tak seanggun sang puteri, hanya serupa itik buruk rupa yang tak akan pernah berubah jadi angsa yang cantik, karena pada dasarnya ini bukan cerita ‘The Ugly Duckling’. Ini adalah cerita yang menyebalkan bagi posisiku! Cerita di mana aku mendapat kebahagian dan selanjutnya dijatuhkan ke jurang kesedihan agar aku terlumuri rasa kebencian dan dendam.
Lalu sekarang yang ku lakukan adalah mencoba merangkak naik dari jurang ini, menepis rasa benci dan dendam yang mulai menjangkitiku sebelum kebaikan dalam jiwaku membusuk bersama hatiku yang mulai membengkak ini.

Yah… aku memang bukan tuan puterinya, tapi aku si itik buruk rupa yang jatuh ke jurang karena terhempas oleh kepakan saya dari sang Malaikat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s