Ujian dan Mencontek

Ketika berbicara tentang UJIAN kata apakah yang terlintas di benak anda?
Ujian Nasional? Ujian semester? Belajar? Soal-soal? Pengawas? Atau mungkin mencontek?😄

Haha, ya bukan rahasia lagi kalau ujian itu identik dengan mencontek apalagi di negara kita ini😛

saya tidak tau jelas apa definisi mencontek itu, tapi dalam konteks pribadi saya sendiri yang termasuk ke dalam perbuatan mencontek itu adalah membawa konsepan atau repekan ketika ujian, serta mengcopy jawaban teman.

Apapun alasannya mencontek itu bukan perbuatan baik. Tapi walaupun sudah tau tetap saja kita melakukannya. Entahlah… Mungkin karena faktor otak atau cuma malas belajar saja atau mungkin memang ditakdirkan jadi tukang contek (halah, emang ada takdir kyk gt?)

jujur saja, bukannya bermaksud membanggakan diri atau apa. Selama ini saya hampir selalu ada di posisi orang yang diconteki pas ujian atau kuis padahal sebenarnya saya bukan mahasiswa yang pintar dan rajin belajar, baca buku pas ujian saja, kalau gak ujian ya baca manga😛 *PLAK!*Bukannya sok pemurah dan baik hati juga, tapi saya tidak tega untuk tidak memberi tahu. Tidak tega melihat teman tidak lulus, apalagi di bangku kuliah ini, tidak lulus berarti harus ngulang tahun depan dan mengulang itu sangat tidak enak (di liatin adik-adik tingkat dan suka jadi ‘bulan-bulanan’ dosen). Maka dari itu saya mau tidak mau tetap ngasi jawaban selama tidak ketauan pengawas.

Namun entah mengapa, beberapa hal mengecewakan terjadi pada saya dan saya rasa anda yang berada di posisi saya juga sering mengalaminya. Yang paling bikin nyesek itu adalah nilai temen yg nyontek di saya lebih tinggi dari saya ToT
What the heck! It’s really unfair!!!
Gak tau mau nyalahin siapa kalau sudah begitu, yang nyontek dapat A, yg dicontekin dapat C.😦
asli bikin sesak dah.

Selain itu kadang juga saya nerima death glare dari pengawas bahkan pas MID beberapa hari lalu saya di suruh pindah tempat duduk gara-gara saya rusuh dibelakang dengan teman yang minta jawaban.

Ah..Kalau ingat hal-hal diatas rasanya saya ingin jadi orang cuek dan pelit saja. Saya juga tau hal tersebut tidak baik bagi si pecontek. Tapi entahlah.. Tetap tidak bisa walau berkali-kali dapat nasib apes yang menyesakkan dada. Mungkin sudah takdir jadi orang yang dicontekin ya? (=.=? Takdir apa lagi itu?)
tapi masih sukur dan masih lebih baik dari pada jadi tukang contek -u-

One thought on “Ujian dan Mencontek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s