Kaleng Biskuit

Kaleng kenangan

Kaleng Biskuit Khong Guan

Biskuit Khong Guan, ehm… siapa yang tidak kenal brand makanan yang satu ini, bahkan seperti tagline iklannya sendiri biskuit ini hampir selalu ada ketika lebaran dan menjadi suguhan yang sudah biasa ketika anda bertamu ke rumah teman atau keluarga. Rasa biskuit ini memang enak.. (halah kok jadi promosi). Tapi yang akan saya bahas dalam postingan saya kali ini bukan rasa biskuit ini melainkan cerita tentang masa kecil saya dan kaleng biskuit ini.

Ketika saya dan kakak laki-laki saya masih kecil dan belum masuk sekolah, kehidupan ekonomi keluarga kami cukup memprihatinkan, dengan penghasilan bapak saya sebagai guru yang masih jauh dari mencukupi kebutuhan hidup, ya waktu itu gaji guru memang sangat kecil, tidak ada istilah tunjangan dan sertifikasi seperti sekarang ini. Sebagai guru yang masih golongan awal dan baru diangkat menjadi negeri, bapak saya diharuskan untuk mengajar ke daerah terpencil, yaitu di daerah Sumbawa Alas yang berbeda pulau dengan tempat tinggal kami di Lombok. Jadilah kondisi keluarga kami makin melankolis, bapak bertugas di Sumbawa dan hanya pulang kira-kira dua kali sebulan saat akhir pekan, itupun kalau ada uang. sementara ibu dan saya serta kakak laki-laki saya tetap tinggal di kampung halaman kami di Lombok.

Ibu jarang memberikan kami izin untuk bermain di luar rumah, karena itu kami lebih sering menghabiskan waktu di rumah. Bermain di halaman, nonton TV, dan bermain di dapur ketika ibu saya sedang memasak. Di dapur kami ada sebuah perabotan, haha sebut saja perabotan.. yaitu sebuah kaleng kosong biskuit Khong Guan yang berbentuk persegi. Saya tidak tau dari mana asal kaleng tersebut, tapi seingat saya, saya tidak pernah makan isinya waktu itu๐Ÿ˜€ haha… saya menemukannya sudah dalam kondisi kosong. Mungkin isinya sudah dimakan ketika saya belum lahir.. ah teganya gak bagi-bagi…. T___T
Karena itu saya sering menghayal bisa makan biskuit itu, jika melihat dari gambar di kalengnya, biskuit-biskuit tersebut terlihat sangat menggiurkan.. :q. ada yang rasa coklat, vanilla, lemon dan strawbery…. hummm… semuanya terlihat begitu lezat di mata anak kecil yang hidup dalam keluarga yang sangat sederhana (aish… kasihan banget saya pas masih kecil)

Selain gambar biskuit, di kaleng tersebut juga terdapat gambar ilustrasi seorang ibu dan dua orang anaknya yang dengan wajah ceria sedang duduk bersama di sebuah meja sambil menikmati biskuit khong guan. sang ibu terlihat sedang menuangkan kopi atau mungkin teh ke cangkir anak-anaknya yang dengan bahagianya menikmati biskuit khong guan.
saya selalu membayangkan jika kami adalah keluarga di dalam ilustrasi tersebut; saya, ibu dan kakak saya…๐Ÿ™‚ hmmm… pasti sangatย  menyenagkan.

Begitulah hayalan dan imajinasi saya ketika masih kecil tentang biskuit khong guan. Dan saya sangat mencintai khayalan saya tersebut karena saya merasa bahagia ketika membyangkan diri saya menjadi anak perempuan di ilustarsi tersebut! meskipun waktu itu saya tidak pernah tau seperti apa rasa biskuit-biskuit digambar tersebut. ckckck.. kasihan.. kasihan…

terlepas dari kisah memprihatinkan saya dan kaleng khong guan di masa kecil tersebut, alahamdulillhah sekarang kondisi ekonomi keluaraga saya sudah tidak lagi seburuk dulu.. hehe๐Ÿ™‚. dan sekarang saya sudah tau seperti apa rasa biskuit di gambar pada kaleng tersebut!๐Ÿ˜„ dan rasanya ternyata tidak seindah dan tidak se-wonderful khayalan saya dulu๐Ÿ˜› malah bikin cepat bosan! it’s tasted suck!!!
.

Tapi sayangnya sekarang kaleng kenangan tersebut sudah hilang…๐Ÿ˜ฆ dan aku merindukannya

semoga anak-anak saya nantinya tidak punya kisah yang menyedihkan, memilukan dan aneh seperti ibunya ini..๐Ÿ˜„ amin

tehehe…

Happy family

My Happy Khong Guan family ;p

Yah.. setidaknya anak-anak saya nantinya hidup berkecukupan, bisa makan biskuit khong guan, dan punya ponsel untuk mengakses internet dan membaca postingan ibunya yang gaje ini… -.-“

3 thoughts on “Kaleng Biskuit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s